Minggu, 28 November 2021

Iman Kepada Hari Akhir

 Aditya Erlangga Caniago

A. Tujuan Pembelajaran

    Iman kepada hari akhir merupakan kewajiban bagi umat muslim, ada beragam kebaikan jika kita beriman kepada hari akhir salah satunya yaitu, Kepercayaan terhadap adanya hari akhir akan membuat hidup menjadi teratur. Manusia akan berusaha untuk selalu berperilaku baik dan menjauhi perbuatan dosa. Mereka sadar dan yakin bahwa segala yang diperbuat di dunia, akan mendapatkan balasan kelak di akhirat dan harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. 
   Dengan mengimani hari akhir diharapkan akan bertambah yakin bahwa semua yang terjadi di dunia ini tidak ada yang sia-sia. Semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat. Sementara itu dengan mengimani qadla’ dan qadar akan semakin yakin bahwa Allah benar-benar Maha Kuasa dalam menentukan semua ketentuan-Nya yang terjadi di alam semesta ini, termasuk yang ada pada manusia

B. Materi

    Hari akhir atau biasa juga disebut dengan hari akhirat adalah hari hancurnya semua alam semesta ini beserta seluruh kehidupan yang ada di dalamnya. Hari akhir juga bisa dipahami sebagai hari berakhirnya kehidupan di dunia fana ini dan memasuki awal kehidupan baru yang abadi di akhirat. Dengan demikian, mengimani hari akhir berarti membenarkan dengan sepenuh hati bahwa setelah kehidupan di dunia ini akan ada kehidupan lagi yang merupakan kehidupan yang sebenarnya dan bersifat abadi. Pada kehidupan abadi itulah manusia akan mendapatkan kepastian hidupnya, apakah hidupnya akan berhasil dan berbahagia atau sebaliknya hidupnya akan celaka dan sengsara. Beriman kepada hari akhir juga harus diikuti dengan beriman kepada kehidupan akhirat dan semua peristiwa yang terjadi di dalamnya. Di antara peristiwa penting yang terjadi pada hari akhirat adalah kebangkitan manusia dari alam kubur, dikumpulkannya manusia di Padang Mahsyar, perhitungan dan penimbangan, serta pembalasan amal manusia, dan adanya jalan yang dilalui manusia (shirath) untuk menuju ke arah surga atau neraka. 
    Beriman kepada hari akhir adalah rukun kelima dari rukun iman, artinya ialah meyakini dengan pasti kebenaran setiap hal yang diberitakan oleh Allah dalam kitab suci-Nya dan setiap hal yang diberitakan oleh Rosul-Nya mulai dari apa yang akan terjadi sesudah mati, fitnah kubur, adzab dan nikmat kubur, dan apa yang terjadi sesudah itu seperti kebangkitan dari kubur, tempat berkumpul di akhirat (mahsyar), catatan amal (shuhuf), perhitungan (hisab), timbangan (mizan), telaga (haudh), titian (sirath), pertolongan (syafaat), surga dan neraka serta apa-apa yang djanjikan Allah bagi penghuninya.
     Dalil-dalil tentang kewajiban beriman kepada hari akhir ada yang bersifat umum, dan ada yang bersifat khusus untuk perkara-perkara akhirat, seperti adzab kubur dan kenikmatannya, yaumul ba’ts, yaumul hasyr, dll. 
  Contoh dalil yang bersifat umum: “sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang yahudi, orang-orang nashrani dan orang-orang shabiin, siapa saja diantara mereka yang beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal sholih, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati” (Al-Baqoroh: 62) 
   Contoh dalil yang bersifat khusus:  "Firman Alloh mengenai hari kebangkitan (Ba’ts) “ kemudian sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat” (Al Mu’minun:16)            
    

Iman Kepada Hari Akhir

  Aditya Erlangga Caniago A. Tujuan Pembelajaran     Iman kepada hari akhir merupakan kewajiban bagi umat muslim, ada beragam kebaikan jika ...