Aditya Erlangga Caniago
A. Tujuan Pembelajaran
Iman kepada hari akhir merupakan kewajiban bagi umat muslim, ada beragam kebaikan jika kita beriman kepada hari akhir salah satunya yaitu, Kepercayaan terhadap adanya hari akhir akan membuat hidup menjadi teratur. Manusia akan berusaha untuk selalu berperilaku baik dan menjauhi perbuatan dosa. Mereka sadar dan yakin bahwa segala yang diperbuat di dunia, akan mendapatkan balasan kelak di akhirat dan harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Dengan mengimani hari akhir diharapkan akan
bertambah yakin bahwa semua yang terjadi di dunia ini tidak ada yang sia-sia.
Semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat. Sementara itu
dengan mengimani qadla’ dan qadar akan semakin yakin bahwa Allah benar-benar
Maha Kuasa dalam menentukan semua ketentuan-Nya yang terjadi di alam semesta
ini, termasuk yang ada pada manusia
B. Materi
Hari akhir atau biasa juga disebut dengan hari akhirat adalah hari hancurnya
semua alam semesta ini beserta seluruh kehidupan yang ada di dalamnya. Hari
akhir juga bisa dipahami sebagai hari berakhirnya kehidupan di dunia fana ini dan
memasuki awal kehidupan baru yang abadi di akhirat. Dengan demikian,
mengimani hari akhir berarti membenarkan dengan sepenuh hati bahwa setelah
kehidupan di dunia ini akan ada kehidupan lagi yang merupakan kehidupan yang
sebenarnya dan bersifat abadi. Pada kehidupan abadi itulah manusia akan
mendapatkan kepastian hidupnya, apakah hidupnya akan berhasil dan berbahagia
atau sebaliknya hidupnya akan celaka dan sengsara.
Beriman kepada hari akhir juga harus diikuti dengan beriman kepada
kehidupan akhirat dan semua peristiwa yang terjadi di dalamnya. Di antara
peristiwa penting yang terjadi pada hari akhirat adalah kebangkitan manusia dari
alam kubur, dikumpulkannya manusia di Padang Mahsyar, perhitungan dan
penimbangan, serta pembalasan amal manusia, dan adanya jalan yang dilalui
manusia (shirath) untuk menuju ke arah surga atau neraka.
Beriman kepada hari akhir adalah rukun kelima
dari rukun iman, artinya ialah meyakini dengan pasti kebenaran
setiap hal yang diberitakan oleh Allah dalam kitab
suci-Nya dan setiap hal yang diberitakan oleh
Rosul-Nya mulai dari apa yang akan terjadi
sesudah mati, fitnah kubur, adzab dan nikmat
kubur, dan apa yang terjadi sesudah itu seperti
kebangkitan dari kubur, tempat berkumpul di
akhirat (mahsyar), catatan amal (shuhuf),
perhitungan (hisab), timbangan (mizan), telaga
(haudh), titian (sirath), pertolongan (syafaat),
surga dan neraka serta apa-apa yang djanjikan
Allah bagi penghuninya.
Dalil-dalil tentang kewajiban beriman kepada
hari akhir ada yang bersifat umum, dan ada
yang bersifat khusus untuk perkara-perkara
akhirat, seperti adzab kubur dan
kenikmatannya, yaumul ba’ts, yaumul hasyr,
dll.
Contoh dalil yang bersifat umum:
“sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang yahudi,
orang-orang nashrani dan orang-orang shabiin, siapa saja
diantara mereka yang beriman kepada Allah,
hari kemudian dan beramal sholih, mereka
akan menerima pahala dari Tuhan mereka dan
tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan
tidak pula mereka bersedih hati” (Al-Baqoroh:
62)
Contoh dalil yang bersifat khusus: "Firman Alloh mengenai hari kebangkitan (Ba’ts)
“ kemudian sesungguhnya kamu sekalian akan
dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat” (Al
Mu’minun:16)